Sabtu, 09 Maret 2013



PEMERINTAH KABUPATEN TEBO
DINAS PENDIDIKAN KEBUDAYAAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
Alamat : Jalan Lintas Tebo-Bungo KM.12 Telp. (0744)21282 Fax. (0744)21282
LAPORAN PERJALANAN DINAS
Tanggal : 11 Februari   2013  s/d   13 Februari  2013
I.                    Dasar pelaksanaan Perjalan Dinas
1.       Surat Perintah Kepala Dinas Pendidikan , Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga No. 090/ 858  / SPT/  2013 tanggal 28  Januari  2013
2.       Surat Perintah Perjalanan Dinas No : 094/ 13 /SPPD/2013 tanggal    Februari  2013
II.                  Tempat dan Pelaksanaan Tugas
1.       SMP N 40  Kabupaten Tebo
2.       SMP N 11  Kabupaten Tebo
3.       SMP N 34  Kabupaten Tebo
4.       SMPN  3   Kabupaten Tebo
III.                Maksud dan Tujuan Melaksanakan Perjalanan Dinas
Melaksanakan Pembinaaan  Kepala Sekolah dalam  menyiapkan 8 komponen pedoman sekolah , serta persiapan merivisi  kurikulum sekolah tahun pelajaran 2013/2014
IV.                Hasil Pembinaan
1.       SMP N  40  Kabupaten Tebo
Hasil pembinaan dan pemantauan SMPN 40 Kabupaten Tebo belum memiliki KTSP, karena Sekolah ini baru beroperasi tahun pelajaran 2012/2013 dengan Jumlah guru PNS 1 Orang (kepala sekolah) dan  20 orang siswa. Jumlah guru honorer 6 orang dan 1 tenaga TU honorer. SMPN 40 Kabupaten Tebo saat ini sedang menata lingkungan yang masih gersang sejalan dengan penataan administrasi sekolah
2.       SMP N 34  Kabupaten Tebo
        Hasil pembinaan dan pemantauan menyiapkan 8 komponen pedoman sekolah , serta    
        persiapan merivisi  kurikulum sekolah    tahun pelajaran 2013/2014 teah mencapai 63 %
 Dokumen I KTSP nya belum di Revisi karena ada beberapa perubahan yang dilakukan seperti penambahan jumlah jam pelajaran, pelaksanaan pengembangan diri, ekstra dan mulok yang dilaksanakan. Juga belum memiliki silabus dan RPP muatan lokal yang dilaksanakan. Sdangkan beberapa Sample Silabus dan RPP yang di telaah masih ada beberapa ketidaksesuaian terutama pada indikator, dan model pembelajaran
RKAS dan RKS sudah tersusun dengan baik akan tetapi baru terealisasi 65 %
3.       SMP N 11 Kabupaten Tebo
Hasil pembinaan dan pemantauan menyiapkan 8 komponen pedoman sekolah , serta    
 persiapan merivisi  kurikulum sekolah    tahun pelajaran 2013/2014 teah mencapai 65 %
beberapa perubahan yang dilakukan seperti penambahan jumlah jam pelajaran, pelaksanaan pengembangan diri, ekstra dan mulok yang dilaksanakan. Juga belum memiliki silabus dan RPP muatan lokal yang dilaksanakan. Dan untuk Dokumen II KTSP nya yang belum lengkap adalah Silabus dan RPP muatan lokal.Sedangkan beberapa Sample Silabus dan RPP yang di telaah masih ada beberapa ketidaksesuaian terutama pada indikator, dan model pembelajaran  karena maasih banyak guru yang hanya adopsi dari sumber yang minim dari pengeditan dan pengubahan.
 4.    SMP N 3   Kabupaten Tebo
Hasil pembinaan dan pemantauan menyiapkan 8 komponen pedoman sekolah , serta    
 persiapan merivisi  kurikulum sekolah    tahun pelajaran 2013/2014 teah mencapai 71 %
Revisi KTSP sedang dalam proses dengan beberapa perubahan yang dilakukan seperti penambahan jumlah jam pelajaran, pelaksanaan pengembangan diri, ekstra dan mulok yang dilaksanakan. Juga belum memiliki silabus dan RPP muatan lokal yang dilaksanakan.

1.       Penutup
Demikianlah laporan hasil pembinaan dan pemantuan di sekolah di buat untuk  dapat digunakan seperlunya




Tebo,  28 Februari 2013
Pengawas



UPOMO BUDIARSO,S.Pd,M.Kom
NIP.19661120 198811 1 001



 
                PEMERINTAH KABUPATEN TEBO

                DINAS PENDIDIKAN KEBUDAYAAN PEMUDA DAN OLAH RAGA

                       Alamat : Jalan Lintas Tebo-Bungo KM.12 Telp. (0744)21282 Fax. (0744)21282


LAPORAN PERJALANAN DINAS
Tanggal : 01 Maret  2013  s/d   04 Maret  2013
I.                    Dasar pelaksanaan Perjalan Dinas
1.       Surat Perintah Kepala Dinas Pendidikan , Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga No. 090/ 05  / SPT/  2013 tanggal 28  Februari  2013
2.       Surat Perintah Perjalanan Dinas No : 094/ 13 /SPPD/2013 tanggal    Februari  2013
II.                  Tempat dan Pelaksanaan Tugas
1.       SMP N 13  Kabupaten Tebo
2.       SMP N 9    Kabupaten Tebo
3.       SMP N 39  Kabupaten Tebo
III.                Maksud dan Tujuan Melaksanakan Perjalanan Dinas
Melaksanakan Supervisi Akademik dan pemantauan persiapan UAS  tahun pelajaran 2012/2013
IV.                Hasil Pembinaan
1.       SMP N  13   Kabupaten Tebo
Hasil Supervisi Akademik pada 2 orang matematika di  SMP N 13  Kabupaten Tebo mulai dari persiapan administrasi sampai  pelaksanaaan kegiatan pembelajaran mendapat hasil yang baik. Pemantauan persiapan UAS  tahun pelajaran 2012/2013 telah mencapai 85 %.
2.       SMP N 9  Kabupaten Tebo
Hasil Supervisi Akademik pada 1  orang matematika di  SMP N 9  Kabupaten Tebo mulai dari persiapan administrasi sampai  pelaksanaaan kegiatan pembelajaran mendapat hasil yang baik. Pemantauan persiapan UAS  tahun pelajaran 2012/2013 telah mencapai 80 %.
3.       SMP N 39   Kabupaten Tebo
Hasil Supervisi Akademik pada 2  orang matematika di  SMP N 39  Kabupaten Tebo mulai dari persiapan administrasi sampai  pelaksanaaan kegiatan pembelajaran mendapat hasil yang baik. Pemantauan persiapan UAS  tahun pelajaran 2012/2013 telah mencapai 90 %.

2.       Penutup
Demikianlah laporan hasil pembinaan dan pemantuan di sekolah di buat untuk  dapat digunakan seperlunya




          Tebo,  7  Maret  2013
          Pengawas



          UPOMO BUDIARSO,S.Pd,M.Kom
                                                                                                        NIP.19661120 198811 1 001


Kamis, 14 Februari 2013

Kiat-Kiat untuk menghadapi Sukses Ujian Nasional 2013 :

Kiat-Kiat untuk menghadapi Sukses Ujian Nasional 2013 :
Ujian Nasional 2013 sudah semakin dekat , banyak diantara kita khususnya dari kalangan Pendidik dan Peserta Didik yang mulai Cemas dan Galau , apalagi dengan kabar yang semakin santer bahwa Ujian Nasional tahun 2013 dengan jumlah paket soal yang bervariasi (20 paket). Hali ini sebenarnya tidak perlu dicemaskan asalkan sejak dini kita sudah mempersiapkan diri , mulai dari Sekolah , Guru dan Siswa. Berikut ini beberapa kiat –kiat yang perlu dipersiapkan oleh 3 Komponen penting : dalam menghadapi UN 2013 : A. Sekolah. B. Guru C. Siswa A. YANG PERLU DIPERSIAPKAN SEKOLAH ADALAH : 1. Pembinaan terhadap guru : kinerja dalam pembelajaran dan komitmen terhadap UN 2. Menyusun Program Sukses UN, meliputi : a. Sosialisasi Ujian Nasional (ORANG TUA dan masyarakat)(orang tua memiliki peran penting dalam kesusksesan Ujian Nasional putra/putrinya b. Bedah SKL c. Try Out UN d. Doa Bersama 3. Melakukan Evaluasi Program Secara Bertahap 4. Melakukan Persiapan UN B. YANG PERLU DILAKUKAN GURU ADALAH : 1.Mengubah pendekatan, metode dan strategi pembelajaran berorientauasi materi, menyesuaikan dengan tuntutan kurikulum 2.Memampatkan standar isi dalam satu semester 1 (satu) untuk kelas IX SMP,semester 2(dua) untuk mempersiapkan siswa menghadapi UN 3.Mengidentifikasikan dan menginventarisasi SK dan KD sesuai Standar Isi (Permendiknas No. 22 Th. 2006) 4.Melakukan kajian terhadap SKL dan membuat prediksi soal UN berdasarkan kisi-kisi UN 5.Melalui MGMP, guru menyusun soal bersama untuk try out, agar siswa terbiasa dengan soal buatan orang lain. 6.Memberikan tips belajar efektif kepada siswa C. YANG PERLU DILAKUKAN SISWA SEBELUM PELAKSANAAN UN ADALAH : Persiapkan diri (fisik dan mental) Susun strategi dan jadwal belajar Kumpulkan soal-soal Try Out mata pelajaran UN Belajar terprogram Ibadah dan berdoa Menjelang UN (2 hari sebelum UN) tenangkan diri Siap menghadapi pelaksanaan UN

Kamis, 31 Januari 2013

Dampak Desentralisasi Pendidikan SMP dan Solusinya
Sekolah Menengah Pertama yang disingkat dengan SMP merupakan jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus sekolah dasar (atau sederajat). Sekolah menengah pertama ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. Saat ini Sekolah Menengah Pertama menjadi program Wajar 9 Tahun (SD, SMP).
Sekolah menengah pertama diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan sekolah menengah pertama negeri di Indonesia yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Pendidikan Nasional, kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. Sedangkan Kementerian Pendidikan Nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara struktural, sekolah menengah pertama negeri merupakan unit pelaksana teknis dinas pendidikan kabupaten/kota.
Sejak dialihkannya pengelolaan Pendidikan SMP dari Sentralisasi kepada Desentralisasi (kepada daerah) banyak kesenjangan hasil pendidikan antara satu daerah  dengan daerah yang lain. Dari segi pendanaan saja nampak daerah yang maju dan kaya  akan menganggarkan dana pendidikan besar. Dana Bantuan  Operasional  Sekolah (BOS) masih di bawah Standar Pembiayan. Oleh karena itu Dana BOS dari APBN   seharusnya  dibantu dengan Dana BOS Kabupaten dan Provinsi, namun karena ketidakmampuan Dana APBD dan ketidakmauan (Politic Will) Pengambil Kebijakan di tingkat daerah maka tidak ada anggaran Bantuan Dana Sharing BOS Daerah, Dampaknya adalah  penyelenggaraan pendidikan SMP berjalan apa  adanya sesesuai dengan dana apa adanya Dengan dana apa adanya tentu hasil Pendidikan yang dihasilkan juga apa adanya. Hal ini sudah berjalan selama kurang lebih dua belas tahun. Kalau seperti ini terus kapankah Pendidikan di daerah yang minus (dalam tanda kutip) akan maju menyamaikan daearah yang kaya dan besar anggarannya.
Di samping hal di atas dengan adanya otonomi daerah dalam pendidikan  Pimpinan Satuan pendidikan masih dipengaruhi oleh  unsur politik. Siapa yang menjadi Team Pemenangan dan punya andil modal (biaya) dapat menjadi Kepala sekolah. Sedangkan yang kalah dan tidak punya modal akan dikick dari Pimpinan sekolah. Alangkah menyedihkan kondisi pendidikan di daerah seperti ini.jika tidak segera dicaikan solusinya. Salah satu Solusinya adalah mengembalikan pendidikan menjadi sentralisasi.
Adanya wacana untuk mengembalikan pendidikan dari Desentralisasi kepada Sentralisasi merupakan angin segar  bagi kami pelaku-pelaku pendidikan yang merupakan ujung tombak pendidkan di lapangan. Semoga hal tersebut  bukan hanya sebagai wacana saja dan angin surga yang hanya menina bobokan., tetapi kami berharap semoga sentralisasi pendidikan cepat terealisasi dan hal-hal seperti di atas tidak terjadi kembali di BUMI SEENTAK GALAH SERENGKUH DAYUNG.  yang kita cintai